Tak Takut Adangan Israel, Kapal Freedom Flotilla Coalition Lanjutkan Pelayaran Menembus Gaza

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Freedom Flotilla Coalition (FFC) menyusul pelayaran menembus Gaza selepas Zionis Israel menyerang armada-armada kemanusian Global Sumud Flotilla.

Melansir Republika.co.id, Kapal Conscience yang membawa 92 peserta pelayaran dari 25 negara angkat jangkar dari Pelabuhan Porto Otranto di Italia, sejak Rabu (1/10/2025).

Kapal besar tersebut dalam misi kemanusian yang sama membawa logistik dan obat-obatan untuk masyarakat Palestina di Gaza yang mengalami pembantaian dan kelaparan akibat penjajahan dan genosida Zionis Israel.

“Israel menyerang kawan-kawan kami (Global Sumud Flotilla). Dan kami tidak akan berhenti. Kami akan terus berlayar ke garis depan hingga Palestina bebas, hingga Gaza berhenti menderita,” demikian pernyataan FFC di situs resmi mereka, Jumat (3/10/2025).

Kapal Conscience membawa tim medis dokter dan perawat, serta para wartawan. Beberapa dokter dari Malaysia turut serta dalam misi pelayaran kemanusian ini.

BACA JUGA:  Lukai 2 TNI, RI Kutuk Serangan Israel ke Markas UNIFIL Lebanon

Kapal Conscience ini, sebetulnya sempat lepas jangkar menembus Gaza bersama-sama misi kemanusian Thousand Madleens pada Mei 2025.

Akan tetapi ketika itu, Kapal Conscience mengalami serangan berupa pengeboman oleh Zionis Israel di perairan internasional lepas Malta. Kondisi itu membuat Kapal Conscience sandar lama di Porto Otranto.

Sementara Thousand Madleens tetap berlayar, sampai Zionis Israel menyerang dan menculik 21 relawan dan aktivis yang membawa kapal tersebut. Pada 25 dan 27 September 2025, Kapal Conscience dinyatakan siap melanjutkan misi moralnya itu.

“Kapal Conscience adalah kapal terbaru, dan terbesar dalam armada koalisi kami. Dan namanya bukan cuma mewakili perlawanan yang gigih untuk membongkar blokade Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Tetapi juga nama tersebut untuk menyerukan kesadaran manusia atas penjajahan Israel di Palestina,” kata Anggota Komite Pengarah FFC Huwaida Arraf.

BACA JUGA:  Israel Setuju Gencatan Senjata Empat Hari dengan Hamas

“Sebagai manusia, kami mengemban tanggung jawab untuk menyuarakan hal yang benar demi melestarikan kehidupan,” kata Huwaida.

Salah seorang partisipan dalam misi Freedom Flotilla Coalition, Dr Ricardo Corradi juga menyampaikan partisipasi para tim medis dan wartawan yang bergabung dalam Kapal Conscience merupakan jawaban moral atas profesi masing-masing tentang pentingnya mengingatkan seluruh dunia tentang pentingnnya membantu, dan menghentikan situasi yang dialami orang-orang Palestina di Gaza.

“Sebagai jurnalis, dan tenaga medis, kami punya tanggung jawab untuk bergabung dalam misi ini. Kami harus bersama-sama dalam catatan sejarah yang benar untuk mengingatkan dunia yang bisu di atas penjajahan dan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” kata dia.

BACA JUGA:  Gelar Unjuk Rasa, Warga Israel Desak Presiden Tolak Ampuni Netanyahu

Adapun armada-armada Global Sumud Flotilla, pada Rabu (1/10/2025) dan Kamis (2/102/2025) mengalami penyerangan dari 20 kapal-kapal perang Zionis Israel. Penyerangan itu terjadi di perairan internasional Laut Mediterania dekat Gaza.

Steering Committe Global Sumud Flotilla menyampaikan sebanyak 42 kapal yang membawa obat-obatan, susu bayi, air bersih, dan kebutuhan sehari-hari lainnya untuk masyarakat Palestina di Gaza itu dibajak oleh pasukan bersenjata.

Sedikitnya 443 relawan dan aktivis dari 47 negara yang bergabung dalam misi Global Sumud Flotilla itu kini dalam panyenderaan Zionis Israel.

TAGGED:
Share This Article