Polemik BBM Oplosan di Kaltim, Pengamat Ekonomi Desak Bentuk Tim Independen

selisik
2 Min Read

Selisik.id – kisruh dugaan bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Kalimantan Timur menuai sorotan akademisi.

Diketahui, dugaan adanya BBM oplosan di Kaltim mencuat setelah ramainya keluhan Masyarakat pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan usai pengisian BBM.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi, mengkritik langkah pemerintah yang dinilai terlalu lamban dan reaktif.

Ia menyayangkan sikap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud yang menyatakan masih menunggu laporan resmi sebelum bertindak.

BACA JUGA:  Mahasiswa di Kutim Gelar Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

“Saya kira masyarakat sudah banyak menyampaikan keluhan di media sosial, ya kalau terus menunggu laporan resmi dari warga, masalah ini bisa makin meluas, seharusnya pemerintah sigap dan responsif,” kata Purwadi melansir RRI.co.id.

Menurutnya, pembentukan tim independen bukan hanya penting, tetapi mendesak. Tim tersebut harus melibatkan unsur akademisi, lembaga konsumen seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan juga aparat penegak hukum untuk menjamin kredibilitas serta objektivitas hasil investigasi.

BACA JUGA:  Pengusaha Migas Sebut SPBU Swasta Berpotensi Masuk Kaltim Buntut Skandal Pertamax Oplosan

Purwadi juga minta Pengujian BBM tidak boleh hanya dilakukan di satu atau dua SPBU. Harus acak dan menyeluruh, serta melibatkan berbagai wilayah di Kaltim. Distribusi dari hulu ke hilir juga perlu ditelusuri, karena kontaminasi bisa terjadi di banyak titik.

Ia menekankan, transparansi menjadi kunci. Hasil pengujian harus diumumkan secara terbuka kepada publik, bukan hanya dikonsumsi internal pemerintah.

BACA JUGA:  Pertamina Klaim RON BBM Sudah Diuji Lab: Kualitas Sesuai Spesifikasi

Masyarakat punya hak untuk tahu kualitas BBM yang mereka beli. Jika terbukti bermasalah, pemerintah juga wajib menjamin ada mekanisme kompensasi atau ganti rugi.

Share This Article