3.187 Penjaga Rumah Ibadah di Kaltim Terima Tiket Perjalanan Religi Gratis

selisik
2 Min Read

Samarinda – Sebanyak 3.187 penjaga rumah ibadah lintas agama menerima tiket perjalanan religi gratis, sedangkan 31.545 guru menerima intensif. Keduanya merupakan kado Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Hal itu sebagai bentuk realisasi janji politik Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan jika ini merupakan implementasi dari dua kebijakan andalan Pemprov, Gratispol (Gratifikasi Politik) dan Jospol (Jaminan Sosial Politik). Sekaligus penghormatan bagi masyarakat yang telah mendedikasikan jasanya dalam pelayanan masyarakat.

BACA JUGA:  Regulasi Pendidikan Gratis di Kaltim Segera Disahkan

“Ini bukan sekadar program. Ini bentuk penghormatan nyata kepada mereka yang selama ini mengabdi tanpa pamrih, namun sering luput dari perhatian,” ujar Seno melansir detikKalimantan, Sabtu (28/6/2025).

Seno Aji menyebut hadiah ini sebagai kadi hijrah. Sebab penyerahannya yang bertepatan dengan tahun baru islam dan menjadi saksi dari aksi nyata realisasi programnya.

“Janji politik bukan hanya diucapkan saat kampanye. Tapi diwujudkan, dirasakan, dan dibagikan kepada rakyat,” tuturnya.

BACA JUGA:  Biaya SPP hingga Ekstrakurikuler SMA/SMK/MA Swasta di Kaltim Gratis

Adapun rincian sasaran penyerahan kado hijrah kepada masyarakat yang telah dijanjikan dalam program ini ialah 3.187 orang penjaga rumah ibadah yang menerima penghargaan. Ialah berupa tiket perjalanan ibadah ke tanah suci dan tempat religi lainnya, yakni:

– 2.597 marbot masjid
– 389 penjaga gereja Kristen
– 144 penjaga gereja Katolik
– 19 penjaga pura
– 22 penjaga vihara
– 16 penjaga kelenteng Konghucu

BACA JUGA:  Merasa Diprank Gratispol, Mahasiswi S2 ITK Kecewa Beasiswa Dibatalkan Setelah Satu Semester

Kemudian insentif bagi 31.545 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pesantren. Seno Aji menegaskan bahwa masa depan Kaltim sangat bergantung pada sektor pendidikan.

“Guru adalah pahlawan masa depan. Kita ingin mereka terus semangat,” tutur Seno.

TAGGED:
Share This Article