Balikpapan – BMKG memprakirakan sembilan wilayah (kabupaten/kota) di Provinsi Kaltim mengalami hujan lebat hingga hujan petir yang dapat disertai angin kencang pada Selasa-Rabu (22-23/11). Sehingga semua pihak diminta waspada terhadap dampaknya.
“Peristiwa ini dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, pohon tumbang, dan tanah longsor, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Yudha Satrio Oktavandi di Balikpapan, Senin seperti dikutip ANTARA.
Informasi prakiraan cuaca ini pun telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar dapat dilakukan antisipasi untuk meminimalisir dampaknya ke masyarakat.
Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya Kota Samarinda yang tidak mengalami hujan lebat maupun hujan petir, namun kota ini mengalami hujan ringan merata di 10 kecamatan mulai Selasa sekitar pukul 17.00 wita hingga Rabu dini hari.
Sedangkan sembilan wilayah yang diprakirakan hujan petir, antara lain Kota Balikpapan pada Selasa sekitar pukul 17.00 wita terjadi di Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Utara.
Sekitar pukul 20.00 wita hujan petir terjadi di lima kecamatan, hanya Kecamatan Balikpapan Kota yang cerah, pada Rabu dini hari hujan petir diprakirakan terjadi di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Tengah.
Kabupaten Berau pada Selasa sekitar pukul 14.00 wita, hujan petir berpotensi terjadi di Kecamatan Kelay dan Segah, pukul 17.00 hujan lebat hingga hujan petir di Kecamatan Tanjung Redeb, Derawan, Tabalar, Biatan, Gunung Tabur, Sambaliung, Talisayan, dan Teluk Bayur.
Pada Rabu dini hari hingga sekitar pukul 05.00 wita, hujan petir berpotensi terjadi juga di Kecamatan Kelay dan Segah, pukul 17.00 hujan lebat hingga hujan petir di Kecamatan Tanjung Redeb, Derawan, Tabalar, Biatan, Gunung Tabur, Sambaliung, Talisayan, dan Teluk Bayur.
“Untuk Kota Bontang pada Rabu dini hari hingga sekitar pukul 05.00 wita, hujan petir diprakirakan terjadi di Kecamatan Bontang Selatan, Bontang Barat, dan Kecamatan Bontang Utara,” kata Yudha.

