Selisik.id – Pemerintah Malaysia memastikan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 akan kembali dilanjutkan mulai 30 Desember 2025, lebih dari satu dekade setelah pesawat yang mengangkut 239 orang itu dinyatakan hilang.
Melansir Reuters pada Kamis (4/12/2025), pencarian terbaru ini dijadwalkan berlangsung selama 55 hari. Upaya serupa sempat dimulai pada Maret lalu, namun terpaksa dihentikan tidak lama kemudian akibat kondisi cuaca buruk.
Kementerian Transportasi Malaysia dalam pernyataannya menyebut langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian dan kejelasan bagi keluarga para korban.
“Perkembangan terbaru ini menunjukkan kesungguhan Malaysia untuk memberikan penutupan bagi keluarga yang terdampak tragedi ini,” demikian pernyataan kementerian.
MH370, pesawat Boeing 777 yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, menghilang pada 8 Maret 2014 dan memicu operasi pencarian terbesar dalam sejarah penerbangan global.
Menteri Transportasi Malaysia, Loke Siew Fook menuturkan, perusahaan eksplorasi Ocean Infinity kembali memimpin pencarian kali ini dengan skema “no find, no fee”, di mana perusahaan akan menerima imbalan sebesar US$70 juta atau setara £56 juta apabila bangkai pesawat berhasil ditemukan, sebagaimana disampaikan
Sebelumnya, upaya pencarian multinasional yang melibatkan sekitar 60 kapal dan 50 pesawat dari 26 negara berakhir pada 2017 tanpa hasil. Ocean Infinity juga sempat melakukan pencarian lanjutan pada 2018, namun dihentikan setelah tiga bulan.
MH370 kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara kurang dari satu jam setelah lepas landas. Data radar menunjukkan pesawat menyimpang dari rute penerbangan yang seharusnya.
Hingga kini, kasus hilangnya MH370 masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan dan terus membayangi keluarga korban, yang selama bertahun-tahun mendesak dilakukannya pencarian lanjutan demi memperoleh kepastian.
Insiden tersebut turut memunculkan berbagai teori konspirasi, mulai dari dugaan pesawat sengaja dijatuhkan oleh pilot hingga skenario pembajakan.
Laporan investigasi pada 2018 menyimpulkan bahwa sistem kendali pesawat kemungkinan dimanipulasi secara sengaja sehingga menyimpang dari jalur penerbangan, namun tidak mampu memastikan motif di balik kejadian tersebut.
Para penyelidik menegaskan, jawaban pasti terkait penyebab lenyapnya MH370 hanya dapat diperoleh apabila bangkai pesawat berhasil ditemukan.
(Bisnis.com)

