Enam Ribu Kepala Desa se-Indonesia Dijadwalkan Kunjungi IKN

Samarinda – Sebanyak enam ribu kepala desa di seluruh Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara ( IKN) di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kunjungan para kepala desa tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Rakornas Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) pada Desember 2022.

“Saya mendapatkan informasi kurang lebih 6.000 kepala desa akan hadir ke IKN. Ini menandakan IKN betul-betul didukung masyarakat,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor di sela-sela menerima kunjungan DPP Apdesi di Samarinda, dikutip dari Antara, Selasa (1/11/2022).

Isran mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DPP Apdesi, Surtawijaya, didampingi Ketua DPD Apdesi Kaltim Somali, yang telah menjadwalkan kegiatan para kepala desa meninjau IKN di Kaltim.

BACA JUGA:  PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp10,3 T untuk Infrastruktur IKN

Bagi Gubernur Isran, pemerintah desa punya peran besar terhadap pembangunan bangsa, karena mereka lebih sering bersentuhan dengan masyarakat awam.

Oleh sebab itu, Isran sangat mendukung niat DPP Apdesi untuk melaksanakan Rakornas pada Desember, dilanjutkan kunjungan ke IKN di Sepaku Penajam Paser Utara.

Sebagai bentuk dukungan untuk mensukseskan pelaksanaan Rakornas, orang nomor satu Benua Etam in meminta dinas terkait lingkup Pemprov Kaltim agar turut membantu hingga pelaksanaan kegiatan berakhir.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apdesi Surtawijaya mengatakan Rakornas Apdesi merupakan bentuk dukungan moral para kepala desa di Indonesia terkait pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke wilayah Kaltim.

Surtawijaya mengucapkan terima kasih dengan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mensukseskan kegiatan rakornas tersebut.

BACA JUGA:  10 Ribu Hektare Food Estate Disiapkan untuk IKN

“Rencana Rakornas Apdesi di Kaltim dan dilanjutkan peninjauan IKN. Kurang lebih 6 ribu kepala desa yang menjadi perwakilan para kepala desa se-Indonesia berkumpul di IKN di Provinsi Kaltim,” ucap Surtawijaya.

%d blogger menyukai ini: