Dua Wanita Pemandu Lagu di Sumbar Diceburkan ke Laut dan Ditelanjangi

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Dua wanita pemandu lagu atau LC di salah satu kafe di kawasan Pasir Putih Kambang, Kecematan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjadi korban persekusi. Keduanya diarak lalu diceburkan ke laut malam-malam.

Melansir detikSumut, Kamis (13/4/2023), video persekusi itu viral di media sosial. Mulanya tampak sekelompok orang yang berusaha merusak kafe.

Kafe ini disinyalir menyediakan layanan karaoke dan pemandu lagu. Massa merangsek masuk ke kafe dan menggiring dua wanita menuju ke pinggir pantai.

Dalam video itu terdengar suara wanita yang meminta ampun sembari menyebut tidak melakukan perbuatan (yang melanggar) apapun. Rintihan wanita itu tak digubris warga yang terdiri dari para pemuda.

BACA JUGA:  Oknum Dosen Diduga Lecehkan Anak di Bandara Bali

Dalam video itu juga terlihat, wanita tersebut didorong ke laut sebelum akhirnya ditelanjangi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Hendra Yose saat dimintai konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Hendra mengaku masih menyelidiki kasus tersebut.

“Untuk perkara, perkara kan perbuatan yang dihukum. Sudah diproses, sudah atensi dan akan segera kami lakukan proses dan memberikan kepastian hukumnya,” kata Hendra kepada wartawan.

BACA JUGA:  Pria di Makassar Siram Air Keras ke Mantan Istri Gegara Ditolak Rujuk

Hendra mengatakan kasus ini ditangani Polsek Lengayang. “Untuk pemeriksaan awal di Polsek Lengayang. (Melakukan perbuatan) itu masyarakat. Kami lidik terlebih dahulu (mencari pelaku), kami periksa saksi-saksi dulu,” katanya.

Dari laporan awal, aksi massa ini dipicu oleh kafe yang tetap beroperasi di bulan Ramadan.

“Faktor karena (wanita) di kafe yang buka juga saat bulan Ramadan, sehingga masyarakat marah,” terangnya.

Pihaknya memastikan setelah proses penyelidikan akan dilanjutkan gelar perkara. Setelahnya, akan dilakukan upaya paksa penangkapan terhadap pelaku.

“Ikuti prosedur lidik dan sidik, setelah itu gelar. Setelah ditemukan pelaku, baru kami upayakan paksa (penangkapan). Untuk perkara ini kami atensi, akan segera kami lakukan pemeriksaan dalam hal ini proses. Akan kami berikan kepastian hukum terhadap perkara,” ujarnya.

BACA JUGA:  Aniaya 3 Santri, Guru Ponpes di Samarinda Ditangkap

Hendra belum bisa memastikan jumlah warga yang terlibat. Pihak kepolisian masih memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu.

“Untuk berapa orang yang terlibat masih dalam penyelidikan, masih dalam proses,” tandasnya.

TAGGED:
Share This Article