PMK Masuk Bontang, Tiga Kerbau Terinfeksi

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mendeteksi adanya penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Bidang Peternakan Jois Ratna Andiolo mengatakan, wabah tersebut teridentifikasi pada akhir September lalu. Dari hasil tes laboratorium, tiga ekor kerbau dewasa di Jalan Pipa, Kampung Sidrap, Kecamatan Bontang Barat positif terinfeksi PMK.

“Benar, hanya tiga kerbau yang terjangkit,” akunya.

BACA JUGA:  Kaltim Nol Kasus PMK

Kata Jois, masuknya wabah PMK ditengarai berasal dari Kota Samarinda yang dikirim melalui jalur darat tanpa karantina. Padahal, surat kesehatan hewan ternak dan surat operasional jalannya terbilang lengkap.

“Mungkin terpapar saat di perjalanan atau enggak dari kendaraan yang dipakai mengangkut kerbau itu,” ucapnya.

Dijelaskannya, tiga kerbau itu mulai menunjukkan gejala PMK pasca 10 hari didatangkan dari Samarinda. Seperti demam, nafsu makan menurun, lemah dan lesu.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltim Berikan Penghargaan Wilayah yang Sukses Kendalikan PMK

Mengetahui hal itu, pihaknya langsung menginstruksikan pemilik ternak untuk melakukan isolasi kerbau dengan cara memisahkan kandang dengan ternak yang sehat. Sehingga ternak yang lain tidak ikut terpapar.

“Kondisinya sekarang dua kerbau sudah sembuh. Dan satu lagi dalam proses pemulihan,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya melakukan pemeriksaan dan pemantauan kepada hewan ternak secara berkala. Serta rutin memberikan vitamin, susu steril dan obat lainnya untuk menunjang kesembuhan kerbau tersebut.

BACA JUGA:  Kaltim Kini Bebas PMK Hewan Ternak

“Sterilisasi lokasi juga kami lakukan untuk menghindari adanya penyebaran ke hewan ternak di luar wilayah ini,” tandasnya.

Sebagai Informasi, hingga saat ini 237 hewan ternak jenis sapi di Kota Bontang sudah menerima vaksin PMK.

TAGGED:
Share This Article