Kutai Kartanegara – Kapal feri penyeberangan Fatimah 2 karam di jalur Sirbaya–Sebulu, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Insiden terjadi di tengah lintasan sebelum kapal menepi dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar jalur penyeberangan.
Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video warga yang beredar di media sosial. Dalam rekaman, kapal berwarna hijau tosca dan biru itu terlihat mulai miring perlahan, kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya karam.
Saat kejadian, feri mengangkut tiga kendaraan roda empat yang seluruhnya ikut terendam. Sebuah truk kuning berada di bagian belakang, sementara di bagian tengah terdapat pikap bermuatan sembako. Di sisi depan, satu unit pikap lainnya mengangkut ayam hidup yang rencananya dibawa ke pasar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Balikpapan, Endro Sasmita, membenarkan insiden tersebut.
“Benar, kejadiannya tadi sore dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Endro saat dikonfirmasi.
Feri tersebut melayani penyeberangan rutin kendaraan roda empat dari Desa Sebulu Ulu menuju Tenggarong. Kapal berangkat melalui lintasan yang biasa dilayani feri milik H. Muhammad sebelum mengalami insiden di tengah perjalanan.
Situasi sempat menegangkan ketika kapal mulai kehilangan keseimbangan di tengah sungai. Warga sekitar disebut lebih dulu memberikan pertolongan sebelum petugas tiba di lokasi.
“Kejadian di pinggir sungai, jadi korban bisa segera dievakuasi oleh operator feri yang lain,” tambah Endro.
Proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan menunggu dukungan peralatan teknis untuk mengangkat tiga unit mobil yang tenggelam bersama kapal.
“Sore tadi evakuasi sudah dilakukan terhadap muat 3 unit mobil yang tenggelam bersama feri,” sambungnya.
Camat Sebulu, Edi Fachruddin, membenarkan kejadian tersebut dan telah menginstruksikan jajarannya untuk meninjau lokasi guna memastikan kondisi serta kronologi peristiwa.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Dugaan sementara, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya karam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti tenggelamnya feri dan proses penyelidikan masih berjalan.

