Kutai Timur – Kecelakaan kerja menimpa dua karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 23.00 Wita. Dalam insiden tersebut, satu karyawan dinyatakan meninggal dunia.
Dua karyawan itu masing-masing bernama Eko Hadi dan Abdullah. Korban meninggal dunia adalah Eko Hadi, sementara Abdullah berhasil menyelamatkan diri.
Melansir Kaltimpost.id, berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat Eko Hadi mengantar meal box dari area Widura fuel station menuju Arjuna Fuel Station. Kendaraan yang dikemudikan Eko melintas melalui jalan tembus dari Inul Middle ke IGS bersama Abdullah sebagai penumpang.
Saat melintas, mobil tersebut terseret arus air hingga masuk ke kolam. Kedua korban sempat keluar dari dalam mobil melalui jendela sebelah kiri dan berenang menuju pinggir kolam. Namun, hanya Abdullah yang berhasil mencapai tepi kolam, sedangkan Eko Hadi diduga terbawa arus.
General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan Eko Hadi sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan.
Dikatakannya, karyawan atas nama Eko sempat dinyatakan hilang terbawa arus dan baru ditemukan pada Minggu (11/1) sekitar pukul 07.30 Wita.
“Jadi dalam mobil itu ada dua orang kemudian melintas terbawa arus. Tapi yang satu (Abdullah) bisa menyelamatkan diri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
Terkait penanganan pascakejadian, Wawan memastikan perusahaan akan menjalankan kewajiban sesuai prosedur yang berlaku.
Wawan memastikan proses teknisnya kita harus lakukan segera. Karena sebagai kewajiban perusahaan.
“Proses pendampingan-pendampingan kami lakukan agar secara kemanusiaan, pemberlakuan korban itu diperlakukan dengan baik. Itu kewajiban KPC,” tegasnya.
Bukan hanya itu kata Wawan hak-hak sebagai karyawan dalam konteks industrial akan dipenuhi.
Wawan menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah insiden tersebut merupakan kelalaian atau murni kecelakaan kerja.
Ia menyebutkan penyebab kejadian masih akan ditelusuri lebih lanjut. Disebutkannya, insiden ini akan diinvestigasi oleh inspektur tambang terkait penyebab insiden tersebut.
“Yang pasti biarkan saja tim investigasi yang kaan mengkaji lebih dalam apa yang menjadi isu, masalah, dan penyebab terjadinya kejadian yang tidak kita harapkan kemarin,” tuturnya.

