Kaltim Minta Pemotongan Dana Transfer Daerah Dikaji Ulang: Kami Penyumbang Penerimaan Negara

selisik
3 Min Read

Samarinda – Sejumlah tokoh masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dari berbagai elemen menyatakan kesepakatan untuk meminta kepada Pemerintah Pusat melakukan kajian ulang terkait pemotongan Dana Transfer Daerah ( TKD).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam dialog publik yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, yang juga dihadiri oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud beserta Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.

“Dialog ini adalah wujud aspirasi masyarakat yang bermartabat,” tegas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Ia mengingatkan, pemotongan dana transfer yang diatur dalam PMK Nomor 56 Tahun 2025 jelas akan mempengaruhi jalannya program pembangunan Kaltim dan kabupaten/kota, termasuk upaya mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

BACA JUGA:  Jalan Samanhudi Samarinda Bakal Dibuka untuk Urai Kemacetan

“Kami tidak menolak kebijakan nasional, tetapi pemotongan TKD jangan sampai mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan minimum lainnya. Aspirasi ini akan kami bawa langsung ke pemerintah pusat,” tegas Rudy Mas’ud.

Gubernur menekankan, pentingnya dukungan fiskal memadai, mengingat Kaltim adalah salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara, khususnya dari sektor sumber daya alam (SDA).

“Wajar bila Kaltim mendapat perhatian khusus,” tambahnya.

Senada, Wakil Gubernur Seno Aji menyoroti fakta bahwa Kaltim menyumbang hampir Rp 1.000 triliun PDRB kepada pemerintah pusat. Menurutnya, pemotongan dana transfer seharusnya tidak diberlakukan secara seragam.

“Kami sudah menyampaikan kepada Presiden dan Menteri Keuangan agar Kaltim mendapat perlakuan khusus. Kalau pun ada pemotongan, sebaiknya di bawah 20 persen,” ungkap Seno.

BACA JUGA:  Gubernur Kaltim Bakal Dinas ke Amerika

Ia juga mendorong semua elemen, termasuk anggota DPR RI dan DPD RI asal Kaltim, untuk aktif melobi pusat.

“Provinsi lain seperti Sulawesi Selatan berhasil menarik dana APBN besar dengan menjalin relasi kementerian. Kita juga harus bergerak,” kata Seno.

Di akhir diskusi, seluruh peserta sepakat untuk bersatu menyuarakan kepentingan Kaltim agar kebijakan pemotongan TKD dapat dikaji ulang.

Aspirasi yang dihimpun dalam dialog ini akan dibawa Gubernur Rudy dan jajaran ke Kementerian Keuangan dan lembaga legislatif pusat sebagai langkah konkret memperjuangkan hak daerah.

BACA JUGA:  Gubernur Kaltim Isran Noor Dorong Generasi Muda Jadi Petani Milenial

Dialog ini dihadiri tokoh Kaltim seperti eks Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim Farid Wadjdy sebagai narasumber, Anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahri, Anggota DPR RI Dapil Kaltim Syafruddin, dan Senator DPD RI Andi Sofyan Hasdam ini menjadi wadah bertukar gagasan tentang masa depan ekonomi Kaltim.

Selain isu TKD, forum juga membahas tantangan lain seperti penurunan kemiskinan, pengangguran terbuka, hingga stunting. 

Share This Article