Pemkot Diminta Terbitkan Aturan Bonus bagi Warga Berprestasi

selisik
2 Min Read

BONTANG – Wali Kota Bontang diminta menerbitkan aturan untuk pemberian bonus bagi warga Bontang yang mencatat prestasi di tingkat nasional. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang (BW).

Aturan seperti Peraturan Wali Kota (Perwali) dibutuhkan agar apresiasi dari pemerintah tak sekadar ucapan terima kasih namun ikut memberi reward atas prestasi warga.

Salah satunya seperti capaian kontingen Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kota Bontang yang kembali merebut gelar juara umum tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Berau menjadi sorotan anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, Senin (27/11/2023).

BACA JUGA:  Kembali Duduki Kursi Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz Komitmen Kawal Kemajuan Pembangunan Kota Bontang

Menurutnya prestasi para santri merebut gelar juara umum 9 kali berturut-turut ini sangat membanggakan dan layak untuk mendapat apresiasi. Baginya, capaian ini juga sebagai bukti positifnya kontribusi yang diberikan oleh para guru ngaji se-Kota Bontang.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada adik-adik kontingen FASI Bontang. Selanjutnya, ini kembali mengingatkan kita bahwa Pemerintah harus menyiapkan dana taktis untuk mengapresiasi prestasi warganya,” ujarnya kepada media ini.

BACA JUGA:  Dinilai Tak Maksimal, BW: Lanjutkan Program Belanja Tiap Hari di Pasar

Bakhtiar Wakkang atau yang akrab disapa BW menyarankan, secara regulasi pengadaan dana taktis ini dimungkinkan jika Pemkot berkenan menerbitkan peraturan wali kota (Perwali).
Perwali yang dimaksud secara teknis mengatur bentuk bantuan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditunjuk untuk mengelolanya.

Kata dia, hal ini penting, sehingga setiap ada warga yang berprestasi dan patut diapresiasi mendapat perhatian. Di sisi lain, Pemkot tidak kebingungan mencari sumber anggarannya.

Diketahui, usulan dana taktis ini juga berulang kali disuarakan politisi NasDem ini.
Sebelumnya, pada Agustus lalu ia mendorong Pemkot Bontang untuk menyiapkan dana taktis Rp 1 miliar setiap tahunnya yang dapat dialokasikan untuk akomodasi atlet yang akan bertanding di ajang tertentu.
Hal itu mencuat, lantaran gagal berangkatnya atlet panjat tebing asal Bontang ke ajang internasional. Padahal telah berprestasi di tingkat nasional.

BACA JUGA:  AH Minta Pj Gubernur Fokus Alokasikan Anggaran untuk Daerah Ketimbang Sibuk Urus Buaya Riska

“Hal-hal seperti ini jangan sampai terus berulang. Perwali dana taktis dapat jadi payung hukum agar bantuan pendanaan dan apresiasi prestasi dapat dikucurkan,” pungkasnya.

TAGGED:
Share This Article