BACA JUGA:  Takut Ketahuan Hamil di Luar Nikah, Pasangan Sejoli di Bontang Nekat Aborsi Janin 4 Bulan

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di PPU Divonis 20 Tahun Penjara

PPU – Pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), JND (17) divonis 20 tahun penjara.

Dilansir dari TribunKaltim.co, putusan tersebut dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Penajam Paser Utara pada, Rabu (13/3/2024).

Diketahui, JND membunuh satu keluarga pada 6 Februari 2024 pukul 02.00 Wita. Korban pembunuhan terdiri atas pasangan suami istri berinisial W (35) dan SW (34), serta tiga orang anaknya, yaitu RJS (15), VDS (11), dan ZAA (3).

BACA JUGA:  Bharada Eliezer Jadi Contoh Justice Collaborator

Selain membunuh, Junaedi juga memperkosa dua korbannya yang sudah menjadi mayat.

Pelaku yang merupakan pelajar SMK itu nekat melakukan akasinya karena sakit hati akibat cintanya ditolak oleh salah satu korban yakni RJS.

Vonis yang dijatuhkan lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 10 tahun  penjara.

Ada sejumlah pertimbangan hakim memutuskan vonis 20 tahun penjara terhadap JND. Salah satunya, terdakwa pada saat melakukan kejahatan, belum berusia 18 tahun. Sehingga masih menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak.

BACA JUGA:  Tukang Pijat di Malang Mutilasi Warga Surabaya

Diketahui, terdakwa masih dikategorikan sebagai anak di bawah umur, tidak dapat dihukum mati atau penjara seumur hidup.

Selain itu, pertimbangan lain yang dibacakan Majelis Hakim adalah untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban, pun terdakwa.

Juru Bicara PN Penajam Paser Utaram Amjad Fauzan mengatakan, JND divonis lebih tinggi daripada hukuman maksimal untuk pelaku anak.

BACA JUGA:  Putusan Banding, Ferdy Sambo Tetap Divonis Mati

Menurutnya, putusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama majelis hakim yang memiliki hak untuk menjatuhkan hukuman pidana.

“Sekalipun ada aturan normatif, seperti itu tapi hakim berkewajiban menggali nilai-nilai di luar normatif dan itu kewenangan mutlak hakim,” ucap Fauzan.

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107