PENAJAM – Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pembangunan yang diselenggarakan di halaman Stadion Panglima Sentik sejak 30 April hingga 3 Mei 2025 memunculkan persoalan klasik: sampah berserakan. Namun, tanpa dukungan dana khusus, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap mampu menjaga kebersihan area tersebut.
Kepala DLH PPU, Safwana, mengungkapkan bahwa pihaknya mengambil langkah antisipatif dengan meminta partisipasi aktif dari seluruh peserta stand. “Kami minta mereka bawa trash bag sendiri, jadi petugas kami bisa langsung ambil dan buang ke TPA. Ini sangat membantu,” katanya pada Jumat (2/5/2025).
Sebanyak 10 petugas kebersihan dikerahkan DLH untuk melakukan pembersihan setiap malam dan pagi usai kegiatan. Sampah-sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan dump truck menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Safwana, sejauh ini belum dilakukan penghitungan volume sampah secara rinci. Namun, ia memastikan bahwa kondisi lingkungan tetap terjaga sepanjang acara berlangsung.
DLH juga mendapat dukungan teknis dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), meskipun di lokasi acara belum tersedia tempat sampah permanen. Kerja sama ini menjadi kunci sukses penanganan kebersihan tanpa anggaran khusus.
“Kami mengandalkan kesadaran peserta dan pengunjung. Tanpa itu, akan sulit menjaga kebersihan di acara sebesar ini,” ujarnya.
Ia berharap pola seperti ini bisa diterapkan secara lebih luas, bukan hanya dalam acara resmi, tetapi juga dalam kegiatan masyarakat lainnya. “Budaya bersih itu harus tumbuh dari kebiasaan. Kita semua punya peran,” pungkasnya. (Adv)

