Absen Enam Kali Rapat, Anggota Dewan Bakal Disanksi PAW

Agus Haris saat memimpin rapat pansus tatib.

SELISIK.ID, Bontang – Progres pembentukan tata tertib (Tatib) DPRD Bontang periode 2019-2024 sudah mencapai 50 persen. Ada sekitar 200 pasal dalam tatib yang tak berbeda dengan periode sebelumnya.

Hanya ada sedikit tambahan perihal tata cara pembuatan peraturan daerah (Perda) dan mekanisme pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ketua Pansus Tatib DPRD Bontang periode 2019-2024, Agus Haris mengatakan, tatib kali ini menitikberatkan pada sanksi tegas tindakan indisipliner dewan. Yakni, bila 6 kali berturut-turut tak hadir rapat kerja apapun, maka akan terkena pergantian antar waktu (PAW) alias pemecatan.

“Ini sifatnya tidak bisa tawar menawar. Jadi nanti kalau tidak ikut rapat 6 kali berturut-turut, diproses badan kehormatan. Bisa langsung mendapat pemecatan,” terangnya kepada awak media usai menghadiri rapat bersama Bawaslu Bontang, Senin (2/9/2019) siang.

Selain itu, pembahasan soal kewajiban mengenakan seragam dinas dewan pun dipertegas. Dewan sendiri memiliki 5 jenis seragam dinas.
Seragam tersebut seyogianya digunakan. Selain kadung dibuat khusus bagi dewan dan pengadaannya pun menguras anggaran.

Dia pun menilai, seragam itu merupakan simbol atau penanda bahwa si pengguna seragam adalah wakil rakyat. “Pakaian ini kan menjadi jati diri si penggunanya,” kata Agus Haris.

Tapi pembahasan tatib sendiri belum menyentuh dua aspek tersebut (mangkir rapat dan seragam dinas).
Dia pun berjanji, anggota Pansus Tatib sedang mengebut pembahasan, dan berharap tatib rampung sebelum waktu ditentukan. Yakni akhir September 2019.

“Tapi kami belum sampai pada pembahasan dua dua hal itu (Mangkir rapat dan seragam dinas). Hari ini sampai nanti malam (Senin malam, red) akan kami bahas,” terangnya.

Disinggung soal alasan dua hal tersebut penting kembali dipertegas dalam tatib. Terang Agus Haris, itu semata dilakukan agar dewan semakin disiplin dalam menjalankan tugasnya. Serta menjadi bahan evaluasi dari periode sebelumnya.

“Pembahasan tatib ini benar-benar dilakukan secara detail. Guna memastikan agar dewan paham benar fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat,” tutupnya. (adv/ver)