Bontang – Pemerintah Kota Bontang menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I kategori penurunan angka pengangguran dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dalam acara yang digelar di Platinum Hotel Balikpapan, Selasa (5/5/2026) malam. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menerima langsung penghargaan tersebut, didampingi sejumlah pejabat daerah.
Dalam ajang itu, Pemkot Bontang juga memperoleh dana insentif sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menekan tingkat pengangguran.
Neni Moerniaeni menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya Dinas Ketenagakerjaan.
“Alhamdulillah, Bontang dipercaya sebagai terbaik pertama dalam upaya penurunan pengangguran. Ini hasil kerja bersama,” ujarnya.
Menurut Neni, salah satu strategi yang diterapkan adalah melalui pembinaan dan pelatihan berbasis sertifikasi bagi pencari kerja. Program tersebut dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri, mengingat Bontang merupakan kawasan industri.
Selain itu, Pemkot Bontang juga memperkuat regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2009 terkait rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. Dalam aturan tersebut, perusahaan diwajibkan memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga 75 persen.
Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Teman Naker untuk mendukung proses rekrutmen tenaga kerja secara terbuka dan transparan.
“Untuk mengelola rekrutmen tenaga kerja, Bontang juga merilis Aplikasi Teman Naker. Di sana pencari kerja bisa bersaing secara terbuka,” kata Neni.
Dana insentif sebesar Rp3 miliar yang diterima, lanjut Neni, akan dimanfaatkan untuk memperkuat program pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam upaya menekan angka pengangguran.
“Pasti kami gunakan untuk hal yang bermanfaat. Terutama dalam sektor pengurangan angka pengangguran,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni juga didapuk sebagai narasumber untuk memaparkan strategi Pemkot Bontang dalam menurunkan tingkat pengangguran. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Penjabat Sekretaris Daerah Bontang Akhmad Suharto, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Asdar, Kepala BPKAD Muhammad Syahbirin, serta Kepala Bapperida Syahruddin.
Neni menambahkan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak hanya fokus pada tenaga kerja, tetapi juga penurunan stunting, kemiskinan, hingga penyelamatan lingkungan,” tutupnya.

