Guru Diminta Jadi Teladan di Ruang Digital, Disdikbud Bontang Beri Penegasan

selisik
2 Min Read

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengingatkan para tenaga pendidik untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Di tengah perkembangan teknologi digital, kehadiran guru di ruang digital dinilai tidak hanya mencerminkan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi serta menjadi contoh bagi peserta didik.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut dunia pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan teknologi, termasuk pemanfaatan media sosial. Namun demikian, penggunaan platform digital oleh guru tetap harus memberikan dampak positif.

“Perkembangan teknologi tentu harus diikuti, namun kehadiran guru di media sosial juga harus membawa pengaruh yang positif dan dapat menjadi contoh baik bagi peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, konten yang dibagikan oleh guru sebaiknya tidak sekadar bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif serta relevan dengan dunia pembelajaran.

“Guru dipersilakan memanfaatkan media sosial secara kreatif, namun penting untuk memastikan bahwa konten yang disampaikan tetap memiliki nilai pendidikan dan berkaitan dengan proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab seorang guru tidak hanya terbatas pada aktivitas di ruang kelas, tetapi juga mencakup perilaku serta interaksi di ruang digital sebagai bagian dari profesionalisme.

“Sebagai panutan, guru perlu menjaga apa yang ditampilkan di media sosial agar tetap mencerminkan nilai-nilai positif yang dapat diteladani siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Disdikbud Bontang mendorong para pendidik untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi inovasi pembelajaran, pengalaman mengajar, serta metode kreatif yang dapat memberikan inspirasi bagi sesama tenaga pendidik.

TAGGED:
Share This Article