Samarinda – Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Imbauan ini disampaikan seiring dengan prediksi cuaca yang menunjukkan adanya potensi fenomena El Nino yang dapat berdampak pada ketersediaan air baku.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana, Kaharuddin, menyebut kondisi kemarau berpotensi mempengaruhi debit air baku yang menjadi sumber utama produksi air bersih. Penurunan debit ini dikhawatirkan dapat mengganggu proses produksi hingga distribusi kepada pelanggan.
“Menurut prediksi BMKG, bulan April sampai Oktober ada gejala El Nino yang berdampak,” ucapnya pada Selasa 28 April 2026 dilansir RRI.co.id.
Kaharuddin menambahkan, berkurangnya ketersediaan air baku juga dapat memicu berbagai risiko lain. Salah satunya adalah intrusi air asin yang bisa terjadi ketika debit air menurun secara signifikan, sehingga berpengaruh pada kualitas air yang diproduksi.
Selain itu, gangguan distribusi juga berpotensi terjadi sewaktu-waktu, terutama jika produksi harus dikurangi atau dihentikan sementara. Kondisi ini tentu perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk menyiapkan penampungan air dengan kapasitas yang memadai. Penampungan ini diharapkan dapat menjadi cadangan saat terjadi gangguan distribusi atau penurunan pasokan.
“Ketika ada gangguan tetap menggunakan penampungan, begitu mengalir nampung lagi,” ujarnya.
Perumdam juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air, terutama selama musim kemarau. Penggunaan air secara efisien dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan air agar tetap mencukupi keperluan bersama.
Di sisi lain, Perumdam memastikan akan terus berupaya menjaga kestabilan layanan melalui pengelolaan produksi yang optimal. Berbagai langkah antisipatif juga telah disiapkan untuk meminimalkan dampak gangguan yang mungkin terjadi.

