Dispopar Bontang Intensifkan Koordinasi untuk Percepat Pengembangan Wisata Sungai Belanda

selisik
2 Min Read

Bontang – Upaya Pemerintah Kota Bontang dalam mengembangkan potensi wisata Sungai Belanda di kawasan pesisir Bontang Kuala terus berlanjut. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), pemerintah fokus mempercepat proses penataan kawasan tersebut melalui koordinasi lintas instansi dan pembukaan peluang kerja sama dengan pihak swasta.

Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi eksisting serta hambatan yang perlu ditangani sebelum pengembangan dilakukan. Salah satu kendala utama yang menjadi perhatian adalah status lahan serta batas wilayah yang bersinggungan dengan kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Genjot Kompetensi Perangkat Balap, Dorong Event Otomotif Lebih Profesional

“Kami sudah turun langsung ke Sungai Belanda. Potensinya besar, tapi memang ada kendala terkait kepemilikan aset dan wilayah yang berbatasan dengan TNK. Jadi perlu koordinasi lintas instansi agar pengembangannya bisa maksimal,” jelas Ihsan.

Selain penyelesaian administratif, Dispopar juga menyiapkan skema kemitraan dengan pihak swasta. Ihsan menyebut keterlibatan swasta dinilai mampu membawa inovasi sekaligus membantu percepatan pembangunan di sejumlah titik yang berada dalam kewenangan pemerintah kota.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Buka Akses Pelatihan Gratis untuk Warga Lewat Workshop Kerajinan Hasil Laut

“Kami berencana menjalin pola kerja sama dengan pihak swasta. Keterlibatan mereka penting karena bisa membawa inovasi baru. Kalau pemerintah kota, kewenangannya terbatas hanya di beberapa titik sungai yang bisa dibangun,” terang Ihsan.

Sebagai langkah pendukung, Dispopar turut mempersiapkan pelatihan bagi masyarakat sekitar agar dapat berperan aktif dalam kegiatan wisata. Fasilitas pendukung di kawasan Sungai Belanda juga akan ditingkatkan secara bertahap.

“Selain fasilitas diperbaiki, SDM-nya juga kami tingkatkan melalui pelatihan supaya pelayanan wisata lebih profesional,” tambah Ihsan.

BACA JUGA:  Minim Regenerasi Pemandi Jenazah, Dispopar Bontang Latih 50 Pemuda Lewat Pelatihan Fardhu Kifayah

Menurutnya, Sungai Belanda memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan konsep yang sesuai, termasuk wisata susur sungai. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, kawasan tersebut dinilai memiliki peluang menjadi destinasi unggulan baru di Kota Bontang.

“Harapan kami, rencana ini tidak berhenti di wacana. Dengan kolaborasi, Sungai Belanda bisa menjadi wajah baru pariwisata Bontang,” tutup Ihsan.

Share This Article