BACA JUGA:  Per Januari, Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kaltim Capai 328

11 Anak di Timor Tengah Selatan NTT Terinfeksi Rabies

Selisik.id – Sebelas anak usia 3 hingga 7 tahun dilaporkan tergigit anjing yang terinfeksi rabies di Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sepuluh anak berasal dari Desa Fenun, satu berasal dari Desa Fatulunu,” ujar Bupati Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun atau Epi, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (31/5).

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS menyebutkan terdapat penambahan jumlah warga yang terdeteksi atau suspect rabies dari 20 orang menjadi 22 orang dengan satu kematian.

BACA JUGA:  Target Bebas Rabies 2028, Pemkot Samarinda Siapkan Vaksin Gratis

“Dari 22 kasus tersebut, dilihat golongan umur maka ada 11 orang di antaranya adalah anak-anak.

Epi merinci untuk usia tiga tahun sebanyak lima orang, empat tahun ada dua orang, usia lima tahun dua orang dan usia tujuh tahun dua orang sehingga total ada 11 anak. Sementara ada enam lansia usia 50-73 tahun yang terdeteksi terinfeksi rabies.

“Dari 22 warga tersebut adalah 20 orang warga Desa Fenun dan dua orang warga Desa Fatulunu Kecamatan Amanatun Selatan dengan angka kematian satu orang yakni AB (45) warga Desa Fenun,” paparnya.

BACA JUGA:  16 Orang di Samarinda Kena Gigitan Hewan Positif Rabies

Menurut Epi dari laporan yang diterimanya 21 warga yang suspect rabies tersebut saat ini tengah menjalani rawat jalan dan terus mendapat pemantauan dari petugas kesehatan yang ditempatkan di Desa Fenun.

“(Semua) rawat jalan dan dipantau kondisinya oleh petugas kesehatan,” kata Epi.

Sementara itu, Kadis Kesehatan TTS, Dokter Karolina Tahun mengatakan petugas di lapangan masih terus mengumpulkan data di lapangan sehingga kemungkinan ada penambahan yang suspect rabies.

BACA JUGA:  Per Januari, Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kaltim Capai 328

“Total saat ini sudah 22 kasus, dengan 1 kematian sedangkan 21 kasus yang menjalani rawat jalan dalam kondisi baik. Kita pantau terus kondisi mereka,” kata Ria.

“Dari beberapa kecamatan seperti Nunkolo, Kolbano juga ada laporannya tentang warga yang digigit anjing tapi masih di cek jumlahnya,” kata Karolina

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107