10 Ribu Hektare Food Estate Disiapkan untuk IKN

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyiapkan kawasan pengembangan pangan secara terintegrasi atau food estate dengan luas lahan sekitar 10 ribu hektare. Itu dilakukan menyambut ribuan orang yang akan bermukim di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana mengatakan, lahan food estate tersebut tersebar di Kabupaten Paser seluas 1.154 hektare, Kutai Kartanegara 8.028 hektare, dan Penajam Paser Utara 1.500 hektare. Pada tahap awal luas wilayah food estate yang disiapkan sekitar 10 ribu hektare dan akan terus diperluas sampai ambang batas cukup untuk pemenuhan pangan masyarakat Kaltim dan IKN.

BACA JUGA:  Kemenhub Tekankan Hanya Kendaraan Listrik yang Bisa Masuk Kawasan IKN

”Selain tiga wilayah itu, sejumlah lokasi lain di Kaltim masih terbuka lebar untuk pengembangan kawasan food estate seperti Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau. Kami telah mempersiapkan lahan food estate ini sejak 2019,” kata Siti Farisyah Yana dilansir dari Antara.

Dia menegaskan, Pemprov Kaltim sangat serius dalam mewujudkan food estate. Lahan yang telah disiapkan telah diperhitungkan agar program pertanian itu menghasilkan panen secara maksimal.

”Pada program food estate ini, kami juga akan membantu pola tanam dan pemasaran pascapanen,” terang Siti Farisyah Yana.

Yana mengakui kondisi geografis Kaltim berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Sebab, Kaltim memiliki hamparan lahan yang sangat luas membuat pihaknya harus melakukan pengecekan titik demi titik yang memungkinkan dijadikan lokasi food estate.

BACA JUGA:  Kunker ke Kaltim, Jokowi Bagikan Bansos hingga Tinjau Infrastruktur IKN

”Lokasi itu (titik-titik food estate) telah disatukan menjadi satu kesatuan terintegrasi,” tutur Siti Farisyah Yana.

Pemprov terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan para petani untuk mendukung program food estate itu agar bisa berjalan dengan maksimal. ”Kami berupaya menahan laju alih fungsi lahan, serta berharap adanya calon lokasi food estate lagi dari kabupaten dan kota lainnya,” ucap Siti Farisyah Yana.

Selain pengembangan food estate, saat ini DPTPH Kaltim terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya padi dengan membuka sawah baru, memberikan bantuan bibit unggul, pupuk, dan peralatan pertanian.

”Selain membantu alat pertanian, kita juga terus berusaha agar sarana pertanian terus bertambah, dengan pembuatan irigasi pertanian. Hal itu dilakukan agar para petani tidak lagi tergantung pada air hujan. Dengan irigasi, para petani bisa leluasa mengerjakan sawah mereka,” pungkas Siti Farisyah Yana.

%d blogger menyukai ini: