Sebelum Beroperasi, Kontraktor PLTU Teluk Kadere Diminta Selesaikan Hak Karyawan

SELISIK.ID, Bontang – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Agus Haris mewanti-wanti kontraktor proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere agar menyelesaikan hak karyawan. Terlebih saat proyek selesai dan PLTU mulai beroperasi.

Hal ini ditegaskannya saat menerima Dahrul Laelang, mantan karyawan salah satu kontraktor, PT ZTPI, yang mengadu sebagian haknya belum diberikan perusahaan.

“Sebelum pabrik itu (PLTU) start-up (beroperasi, Red), baiknya perusahaan sudah memikirkan untuk mendata seluruh karyawan,” katanya di Kantor DPRD Bontang, Selasa (22/1/2018) kemarin.

Ia mengkhawatirkan dampak buruk ke depannya jika persoalan tersebut tidak diselesaikan. Jika itu terjadi, kata dia, maka akan merugikan perusahaan.

“Semoga itu tidak terjadi. Maka dari itu diharapkan perusahaan bisa menyelesaikan itu sebelum kembali ke negara asal,” harapnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga berharap pembangkit berkapasitas 2×100 megawatt ini dapat menyerap tenaga lokal sehingga mampu mengurangi angka pengangguran.

Karena menurutnya, pengoperasian PLTU nanti cukup dengan memanfaatkan tenaga lokal.

“Jangan meninggalkan kesan yang tidak baik sebelum pulang. Tuntaskan dulu hak karyawan agar tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (vli)