Ridwan Harap Pemkot Bisa Optimalkan PAD Pasar

Menyikapi Maraknya Pedagang di Pinggir Jalan

SELISIK.ID, Bontang– Maraknya pedagang yang berjualan di bibir jalan kawasan pasar tradisional ibarat pisau bermata dua. Berpotensi menambah sekaligus menurunkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi III DPRD Bontang Ridwan meminta pemkot serius melihat hal ini dan mengoptimalkan pendapatan daerah dari retribusi pasar.

Hal tersebut diungkapkannya di sela rapat kedua revisi rancangan peraturan daerah (Raperda) tarif retribusi jasa umum, di kantor DPRD Bontang, Senin (6/5/2019).

“Ini besar kaitannya dengan PAD, maka dari itu dinas terkait dapat menindaklanjuti hal ini,” pinta Ridwan di hadapan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Haedar.

Ridwan memandang keberadaan pedagang di bibir jalan memperbesar potensi PAD yang hilang jika pelapak resmi protes dan enggan membayar iuran.

“Maka dari itu, sekarang mari cari solusi dan mekanismenya bagaimana ? Kita harus meningkatkan PAD,” ajaknya.

Sementara itu, Haedar mengaku kesulitan menyelesaikan persoalan tersebut karena dibatasi kewenangan. Disebutkan, UPTD Pasar bertanggung jawab dalam pengelolaan tiga pasar, yakni Pasar Sementara Rawa Indah, Telihan, dan Citra Mas Loktuan.

“Area kerja kami hanya pada tiga pasar tersebut, sedangkan di luar tidak. Memang dengan adanya pasar di pinggir jalan membuat para pedagang yang dibina di dalam pasar merasa tidak nyaman. UPTD memang tidak berhak tentang hal itu, tetapi bila diundang untuk penertiban, kami siap,” tegasnya.

Haedar menyebut, upaya penertiban sudah dilakukan pemkot dengan membentuk tim yang diketuai sekda pada 2018 lalu.

“Memang risiko tiga pasar ini agak rawan, butuh keterlibatan semua pihak,” tutupnya.

Reporter: Veri

Leave A Reply

Your email address will not be published.