Revisi Perda RTRW Disahkan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama Ketua DPRD Bontang, Nursalam menyepakati 10 Raperda Kota Bontang menjadi Perda Kota Bontang.

SELISIK.ID, Bontang – Rancangan Perda Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Bontang akhirnya disahkan menjadi Perda. Raperda yang digagas sejak 3 tahun lalu ini akhirnya tuntas dibahas oleh Pansus RTRW dan Tim Asistensi Daerah Kota Bontang.

Dokumen induk penetapan wilayah di Bontang ini melalui proses pembahasan cukup alot. Mulai dari penolakan dari perusahaan hingga proses menunggu persetujuan subtansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Keputusan pengesahan raperda ini ditetapkan melalui rapat paripurna atas 10 Raperda Bontang di Kantor Sekretariat DPRD, Selasa (6/8/2019).

Ada 12 poin pembahasan revisi Perda RTRW. Salah satunya penetapan wilayah untuk peruntukkan jalan lingkar (coastal road). Program pembangunan jalan lingkar ini menjadi salah satu program unggulan pasangan Wali Kota Neni Moerniaeni-Wawali Basri Rase. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek ini urung dikerjakan sampai kini.

Pun demikian, rencana pembangunan masih tetap masuk dalam agenda Pemkot kedepannya. Penetapan lokasi pembangunan jalan lingkar meliputi Kelurahan Loktuan sampai ke Kelurahan Tanjung Laut Indah masuk dalam Perda RTRW 2018-2039.

“Pemerintah memiliki rencana pembangunan jalan lingkar yang akan menghubungkam dari Kelurahan Loktuan menuju Kelurahan Tanjung Laut Indah,” ujar Wali Kota Neni saat menyampaikan pidatonya.

Di samping itu, di dalam dokumen induk ini juga menetapkan lokasi untuk peruntukkan jalur bebas hambatan (Jalan Tol) dan jalur kereta api. Ketentuan ini menyesuaikan dengan Perda RTRW Kaltim 2016-2036.

“Di dalam Perda RTRW ini juga menetapkan kawasan untuk peruntukkan jalan tol dari Balikpapan-Sangata dan rencana pembangunan jalur kereta api,” pungkas Neni. (adv/ver)

Leave A Reply

Your email address will not be published.