Polemik Tenaga Kerja Lokal di Pasar Rawa Indah

Dewan Imbau Patuhi Perda

SELISIK.ID, Bontang– Penggunaan tenaga kerja lokal masih menjadi polemik di Kota Bontang. Tak jarang perusahaan lebih memilih tenaga kerja dari Pulau Jawa.

Alasannya ada pada produktivitas dan kemampuan. Pekerja lokal dipandang belum mahir dalam pekerjaan tertentu.

Persoalan ini terangkum dalam sidak Komisi III DPRD Bontang pada proyek pembangunan Pasar Rawa Indah, Jalan KS Tubun, Senin (7/1/2019).

Rombongan yang dipimpin ketua komisi, Rustam HS, mendapat penjelasan dari Salim, site manager PT Sasmito, kontraktor yang menggarap proyek itu.

Ia mengakui tenaga kerja luar Bontang lebih banyak dibanding tenaga lokal dengan perbandingan 60:40. Bukan tanpa alasan, proyek yang disebut mempekerjakan 200 pekerja itu sarat pekerjaan teknis yang membutuhkan tenaga ahli.

“Awalnya, kami mempekerjakan tenaga lokal untuk pekerjaan pancang. Namun tidak selesai dan mengakibatkan proyek sempat tertunda. Ya, sekarang kami ganti dengan pekerja dari Pulau Jawa,” paparnya.

Meski begitu, dewan menyesalkan keputusan yang diambil dan mengimbau perusahaan tetap menggunakan tenaga kerja lokal.

Apalagi perda perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja sudah disahkan.

Salah satu isinya, perusahaan yang beroperasi di Kota Taman wajib menggunakan 75 persen tenaga kerja lokal.

“Kalau masih bandel, kami bisa menyetop aktivitas pekerja. Peraturan harus ditegakKan, apalagi Perda baru saja disahkan,” tegas politisi Golkar ini. (vli)