Pemkot-DPRD Sepakat APBD Bontang Dipangkas Rp 400 Miliar

BONTANG — Proyeksi APBD Bontang tahun anggaran 2020 diprediksi merosot hingga Rp 400 miliar. Hal ini disebabkan penyesuain anggaran di tengah pandemi Covid-19.

Awalnya Asumsi APBD 2020 Bontang ditetapkan sebesar Rp 1,6 triliun. Namun, pasca pandemi COVID-19 diperkirakan melorot menjadi Rp 1,2 triliun saja.

“Ini kita Dana Bagi Hasil (DBH) dipangkas 50 persen, APBD bisa sama seperti saya waktu dulu dilantik (2016) lalu,” ujar Neni kepada wartawan, Rabu (15/4).

Neni mengatakan efisiensi anggaran harus mutlak dilakukan pemerintah. Alokasi anggaran akan diprioritaskan untuk penanganan COVID-19.
“Pasti buat COVID-19 lah,” kata Neni.

Ia menambahkan, finalisasi penyesuaian APBD Bontang masih dibahas. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih menyeleksi sejumlah mata anggaran yang perlu dihemat

“Hari ini masih dikonsolidasikan belanja anggarannya,” ungkap dia.

Dari informasi mengacu pada Surat Keputusan Bersama Nomor 119/2813/SJ NOMOR 177/KMK.07/2020 terkait penyesuaian anggaran untuk penanganan COVID-19.

Tiap daerah diwajibkan melakukan pemangkasan anggaran untuk pos belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Khusus untuk belanja barang, jasa dan belanja modal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengintruksikan pemangkasan sebesar 50 persen.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan hasil sementara asumsi APBD Bontang berkisar Rp 1,2 Triliun.

“Ini baru asumsi kita yah, belum tahu hasilnya nanti,” ujar Andi Faiz, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, rasionaliasi anggara paling banyak untuk kegiatan fisik. Namun, belum menyentuh untuk pos belanja pegawai.

Alokasi anggaram khusus untuk penanganan COVID-19 dipastikan akan terus bertambah. Sebelumnya, Pemkot dan DPRD telah sepakat menggelontorkan anggaram Rp 43 miliar.

Namun, rencana ini akan direvisi. Alokasi anggaran diprediksi hingga Rp 100 miliar, khusus penanganan COVID-19.

“Kan ada BLT, PDAM, pasar (pusat ekonomi), dermaga nelayan itu semua sudah berapa,” ungkapnya.

Diakhir ia meminta agar TAPD Bontang benar-benar mengalokasikan anggaran untuk penanganam Corona secara massif dan terukur.

“Besok itu kan ada Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) jadi kami mendorong supaya anggaran COVID-19 benar-benar diprioritaskan,” pungkas Faiz. (*)