Nekat Kunjungi Beras Basah, Puluhan Warga Diberikan Sanksi Push Up

Puluhan warga diberi hukuman push up karena nekat mengunjungi Pulau Beras Basah. (Foto: Polairud for selisik.id)

SELISIK.ID, BONTANG – Puluhan warga dari Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Karta Negara, mendapat sanksi dari Satuan Pol Air dan Udara Bontang dan TNI Angkatan Laut (AL) karena tidak mematuhi aturan pemerintah untuk tetap di rumah.

Sekitar 25 orang itu nekat mengunjungi Pulau Beras Basah yang saat ini ditutup Pemkot Bontang melalui surat edarannya di masa pandemi covid-19 ini.

Plt Kasat Pol Air Ipda Edi Mujianto melalui Komandan Kapal Pol Airud Bontang Brigpol Yudi Siswanto mengatakan, saat ini belum ada pencabutan surat edaran penutupan sementara tempat wisata di Bontang.

Sehingga, kata dia, rutin mengelar patroli untuk mamantau wisata pulau Beras Basah.”Saat kita patroli, kami melihat banyak orang berada di Beras Basah. Sehingga kami beri imbauan,” ungkap Yudi saat dihubungi Selisik.id, Selasa (26/5/2020).

Untuk memberikan efek jera, pihaknya memberikan hukuman berupa push up. Yudi menyebut warga yang hendak berlibur itu tidak tahu bahwa saat ini dilarang berkunjung ke Pulau Beras basah sampai masa pandemi selesai.
“Mereka tidak tau kalau pulau ini ditutup sementara. Dan dia berangkat dari Tanjung laut,” terangnya.

Yudi menuturkan, dalam mengantisipasi hal seperti ini  pihaknya memang rutin melakukan patroli di kawasan tempat wisata laut. Selain itu, kata dia,  berkoordinasi dengan penjaga tempat wisata tersebut. Jika belum dicabutnya surat penutupan tempat wisata oleh pemerintah, ketika ada warga yang mengunjungi tempat wisata  untuk segera menginformasikan ke pihaknya atau meminta segera pulang. “Kami juga mengimbau kepada seluruh pemilik kapal untuk tidak melayani penyeberangan terlebih dahulu,” lanjut Yudi.

Pihaknya juga menempel selebaran imbauan untuk warga tidak mengunjungi tempat wisata di tempat-tempat penyeberangan. “Ayo patuhi peraturan pemerintah untuk hindari kerumunan demi mumutus penyebaran Covid-19 saat ini,” imbaunya.(Reporter: Mawan)