Lakukan Pelanggaran Fatal, Lurah di Bontang Selatan Dipecat

BONTANG — Salah seorang Lurah di Kecamatan Bontang Selatan dicopot dari jabatannya. Oknum lurah tersebut dinilai melakukan kesalahan fatal.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati mengatakan pemecatan lurah dari jabatannya dilakukan pada 18 Agustus 2020 lalu. Pemerintah menilai perbuatan oknum tersebut salah besar. Selain itu, ada beberapa catatan yang harus ditindaklanjuti.

“Ada catatan-catatan yang menjadi perhatian dan harus ditindaklanjuti,” kata Sekda Bontang Aji Erlynawati.

Sayangnya Aji tak menjelaskan rinci duduk persoalan yang melatari pemecatan oknum tersebut. Katanya, Pemecatan oknum lurah ini hanya sebatas jabatannya sebagai lurah saja. Sedangkan, pegawai ini masih tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang Sudi Priyanto, mengatakan posisi mantan lurah itu telah digantikan oleh Plt- yang juga merupakan Kasi di kelurahan tersebut.

“Yang bersangkutan di demosi. Jadi bukan sebagai pejabat struktural lagi, sudah tidak ada jabatan, hanya sebagai pelaksana saja,” bebernya.

Pejabat eselon 4A itu kini dipindahkan ke perangkat daerah lainnya, tak lagi bertugas di kelurahan. Adanya kasus ini, Kepala BKPSDM mengimbau kepada seluruh ASN untuk menjalankan amanah sesuai dengan aturan.

“Ada pelanggaran yang dilakukan, tidak perlu lah ya kami sebutkan disini. Intinya, para ASN jaga amanah dan jalankan aturan serta ketentuan yang sudah ditetapkan,” ujarnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.