Komisi I Usulkan Sistem  Koneksi Data  RS-Disdukcapil

Bontang — Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris, mengusulkan Pemkot membangun sistem koneksi data antara Rumah Sakit dan Disdukcapil.

Dijelaskan Haris, simpang siur data jumlah penduduk termasuk jumlah kematian di Kota Bontang harus segera dicarikan solusinya. Salah satunya dengan membangun sistem dengan mengkoneksikan data antara RS dan Disdukcapil setiap adanya kematian dan kelahiran, sehingga setiap hari diperoleh data terbaru.

“Saat ada warga yang meninggal di RS seharusnya pihak rumah sakit dan dinas terkait bisa langsung mengurus surat kematian tersebut. Ini juga agar data yang dimiliki dengan jumlah warga yang masih hidup bisa valid,” ujarnya.

Kata dia, dengan adanya link yang saling terhubung selain akan selalu tersaji data terbaru. Hal ini juga akan sangat memudahkan warga saat keluarganya ingin mengurus surat kematian.

“Contoh seperti kejadian pemilu kemarin, orang tersebut sudah lama meninggal namun di daftar pemilih (DPT) saat pemilu namanya masih terdaftar,” bebernya.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Irfan anggota Komisi I DPRD Bontang juga memberi masukan agar dalam menyajikan data kependudukan kedepan dapat lebih memberi ruang kepada Ketua RT. Sebab menurutnya RT yang paling paham untuk melakukan pemilahan mana yang warga domisili dan mana yang warga tetap di wilayahnya.

“Pelibatan RT penting, agar RT mengetahui dan memiliki data valid ketika ada warga yang pindah. Karena selama ini masih banyak warga hanya melapor pada saat kedatangan saja namun saat pergi tidak melakukan pelaporan,” tuturnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.