Komisi I DPRD Terima Aduan 21 CS Pemkot Kena PHK

Bontang – 21 mantan petugas kebersihan atau cleaning service di ruang lingkup Pemkot Bontang mengadu ke Komisi I DPRD Bontang. Mereka mengaku dipecat sepihak oleh perusahaan PT Citra Setiawan Mandiri (CSM).

Rapat dengar pendapat pun akhirnya digelar antara Komisi I yang dipimpin Muslimin, dan diikuti oleh Abdul Haris, Rusli, Raking, manajemen PT CSM, mantan pekerja CSM, dan Disnaker Bontang.

Persoalan berawal saat penyedia jasa kebersihan di lingkungan Pemkot Bontang berubah. Pada Februari 2021, mereka diminta mengajukan kembali lamaran kerja, dan mengikuti tes kesehatan. Seluruh administrasi yang dibutuhkan pun telah dipenuhi pada pertengahan Februari.

“Tapi per 1 Maret, kami tiba-tiba diberhentikan sepihak sama perusahaan, tidak ada peringatan atau alasan yang jelas,” ungkap salah seorang eks pekerja Irmayanti.

Menjawab pernyataan tersebut, Manejemen PT CSM Jamal menyebut pemecatan dilakukan usai perusahaan usai adanya evaluasi. Pekerja yang diberhentikan dinilai kinerjanya kurang. Meski begitu dia tidak memaparkan indikator penilaian kinerja tersebut.

“Ada juga laporan tempat mereka (OPD) bertugas, nah itu jadi pertimbangan kami,” bebernya.

Mendengar itu, anggota Komisi I DPRD Rusli mempertanyakan evaluasi kinerja perusahaan yang hanya kurun 1 bulan. “Logikanya mana ada evaluasi kerja satu bulan, dimana-mana minimal ya 3 bulan,” tegasnya.

Rusli menambahkan, PT CSM juga tidak boleh sembarangan memecat karyawan. Tanpa adanya teguran atau peringatan terlebih dulu. “Mana bisa begitu,” lanjutnya.

Dia pun meminta persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan turut melibatkan Disnaker Bontang. “Disnaker wajib tegas, jangan lembek,” tandasnya.