Kewajiban Swab Antigen Bagi Penjaga Pasien RSUD Dinilai Memberatkan

Bontang – RSUD Taman Husada Bontang memberlakukan kewajiban swab antigen bagi penjaga pasien di rumah sakit. Hal ini untuk menekan penularan virus Covid-19.

Plt Dirut RSUD Taman Husada dr Bahauddin menyebut, pemberlakuan ini sudah berjalan sejak Maret lalu. Hal itu lantaran adanya seorang pasien yang dirawat karena kondisi tubuhnya menurun. Seiring masa perawatan, dia menunjukkan gejala Covid-19. Hasilnya pun positif usai di swab.

“Dia tertular di rumah sakit. Seluruh dokter dan perawat yang kontak erat di swab antigen. Hasilnya negatif. Jadi disinyalir dari pembesuk atau keluarga,” ungkapnya.

Bahauddin mengakui, biaya swab antigen memang dibebankan kepada penjaga pasien. Tapi ini tak seluruhnya. Biaya swab antigen di RSUD senilai Rp 250 ribu, tapi rumah sakit hanya membebankan Rp 100 ribu. Mereka mendapat potongan Rp 150 ribu. Kendati ada biaya swab antigen, dr Bahauddin menolak bila ini disebut bisnis. Ini murni sebagai langkah antisipasi agar pasien tak terpapar virus corona di rumah sakit. Dan juga, rumah sakit tak ada mengambil untung. Rumah sakit justru memberikan potongan harga.

“Kami tentu berkewajiban menjaga pasien kami dari virus-virus itu,” tandasnya.

Kebijakan ini pun dinilai memberatkan keluarga pasien. Meski telah mendapat potongan harga. Anggota Komisi II DPRD Nursalam menyebut, banayk kebutuhan lain yang juga harus ditanggung. Semisal transportasi, dan biaya makan penjaga pasien.

“Walau Rp 100 ribu itu jelas memberatkan masyarakat. Senin (3/5/2021) kami akan panggil pihak RSUD,” katanya. (*)