Kelurahan Satimpo Bekali Generasi Penerus Bangsa Public Speaking


SELISIK.ID, Bontang – Kelurahan Satimpo menggelar pelatihan public speaking bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA/SMK se-Bontang, di Pendopo Wali Kota Bontang, Selasa (13/8/2019) pagi.

Kegiatan dibuka Camat Bontang Selatan Syarifuddin T mewakili wali kota, dihadiri para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Perwakilan OPD. Serta menghadirkan pemateri Andi Sofyan Hasdam.

Dalam sambutannya, Lurah Satimpo Mustamin Syam mengatakan, berbagai kegiatan sudah dijalankan Kelurahan Satimpo. Seperti pemberian 5 ribu tas pengganti kresek, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pelatihan penanganan bencana kepada para ketua RT, pengadaan APAR bagi RT, pelatihan perbengkelan motor untuk karang taruna dan pemuda, dan hari ini adalah pelatihan public speaking.


Mustamin pun berharap, di kegiatan ini, para pengurus OSIS dan mahasiswa KKN bisa mengikuti dengan baik. Karena kegiatan tersebut bukan hanya berguna di masa yang akan datang, sekarang pun itu sangat penting.


“Mudah-mudahan acara ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat bermanfaat bagi adik-adik,” harapnya.
Sementara itu, Sofyan membuka materi dengan mengatakan, bahwa manusia yang lahir ke dunia sudah melewati persaingan dari jutaan sel yang berhasil menembus ovum.


Artinya, jangan berharap bisa sukses di dunia tanpa persaingan, karena manusia sejak akan masuk dalam kandungan sudah bersaing.

Kemudian mantan wali kota Bontang dua periode ini juga memaparkan ada 100 faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan hidup seseorang menurut penelitian Thomas J Stanley dalam buku the millionaire mind.

Yaitu, jujur, disiplin, pintar bergaul, pasangan hidup yang mendukung, bekerja lebih keras dari orang lain, mencintai karier atau bisnis, memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat, memiliki semangat, mengatur hidup yang baik, dan memiliki kemampuan menjual ide.


“Untuk IQ masuk di urutan 21, masuk sekolah top urutan 23, dan lulus nilai terbaik ada di urutan 30. Artinya dari tiga ini belum menjamin bisa menjadi yang utama paling cepat menuju kunci keberhasilan hidup seseorang,” terangnya.

Saat memasuki tema utama, yakni public speaking, Sofyan mengatakan yang namanya public speaking itu adalah kemampuan berbicara di depan khalayak. Namun itu tak harus melalui mulut, melalui gerakan pun sudah dikatakan public speaking.


Dia pun mencotohkan pada pimpinan yang mengambil sampah di depan para pekerjanya, tentu pekerja yang melihat akan menerapkannya. Intinya, public speaking bagaimana menarik perhatian orang agar dapat memperhatikan.

Selanjutnya, berani bicara di depan publik. Namun bukan hanya berani, bila maju saja tapi tak meyakinkan karena belum menguasai materi tentu yang mendengar akan menjadi bosan.

“Kalau materi juga tidak menarik tentu orang akan bosan. Contoh lah Ustaz Abdul Somad, dia bisa menguasai materi dan sudah berapa juga uang yang dihasilkan karena menguasai itu,” tuturnya.

Ditambahkan Sofyan yang terpenting lagi bagi seorang pembicara adalah bisa membaca body language peserta. Kesan itu bisa dilihat saat 5 menit awal. Bila audien belum memperhatikan, carilah hal yang menarik agar audien yang kita hadapi dapat memperhatikan.

“Harus latihan, harus sering tampil. Seperti saya dulu latihan bicara di kamar dan pesertanya bantal dan tas. Sekarang juga kalau mau belajar sudah enak, karena sudah ada google tak seperti zaman kami,” tutupnya. (adv/ver)

Leave A Reply

Your email address will not be published.