Keburu Ketahuan, 33 Kubik Kayu Ilegal Tujuan Madura Gagal Berlayar

Dua truk berisi kayu diamankan sebagai barang bukti.

SELISIK.ID, Balikpapan – Kepolisian Air (Polairud) Polda Kaltim berhasil menggagalkan penyelundupan kayu jenis galam, Minggu (29/9/2019).

Pengungkapan kasus ini berkat kerja sama Polairud Polda Kaltim dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim.

Wakil Direktur Polair Polda Kaltim AKBP Andy Rumahorbo mengatakan, tersangka G (39), yang juga pemilik kapal tersebut membeli dari warga di Desa Laburan, Kabupaten Paser. Kemudian dikumpulkan di dalam sebuah truk dan dimasukkan ke dalam kapal.

Saat petugas kepolisian bersama Dinas Kehutanan Provinsi memeriksa dokumen kayu tersebut, ternyata data dengan barang bawaannya berbeda.

“Kayu di dalam dua unit truk itu ada dokumennya. Tapi dokumen tersebut berbeda dengan wujudnya,” ujarnya, Rabu (2/10/2019).

Lanjut Andy, rencananya tersangka setelah mendapatkan 33 kubik kayu ini langsung dibawa ke Madura untuk diperjualbelikan kembali.

“Kita dapati masing-masing truk 16 dan 17 kubik di dalam kapalnya,” jelasnya.

Tersangka saat diamankan sedang berada di perairan Kariangau, Balikpapan Barat dan telah siap berangkat. Namun naas, petugas kepolisian dan Dinas Kehutanan lebih dulu mengamankannya.

Saat ini, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim masih menghituñg kerugian negara akibat perbuatan ini.

Sementara itu tersangka G menjelaskan, dirinya sudah satu bulan ini menjalankan bisnis jual beli kayu seperti ini. Bahkan selama sebulan ini sudah enam kali membawa kayu asal Kabupaten Paser ini.

“Baru sebulan. Sudah enam kali saya bawa kayu dari sana,” jelasnya.

G sendiri tidak mengetahui jika pada dokumen kayu tersebut harus ada surat-surat lain, selain nota pembelian. Bahkan dirinya hanya tahu jika hanya larangan membeli kayu curian atau hasil cagar alam saja yang dilarang.

“Ya enggak tau kalo ada aturan begitu. Soalnya enam kali saya bisa (lolos) aja,” ujarnya.

Saat membeli kayu, G mendapat dari warga sebesar Rp 1,5 juta per batang dengan ukuran 15×15. Sementara saat dijual di Bangkalan Madura, dirinya menjual seharga Rp 3 juta.

“Buat ring rumah. Untung bersihnya Rp 5-6 juta aja satu truknya,” jelas G.

Kini akibat perbuatannya, G masih menjalani pemeriksaan di Polairud Polda Kaltim. Polisi masih mendalami kasus jika ada kemungkinan rantai komplotan penjual kayu ilegal atau hanya memang pemain tunggal.

Saat ini polisi mengenakan pasal 83 ayat 1 jo pasal 12 UU RI nomor 18 tentang Pencegahan dan Perusakan Hutan dengan kurungan badan di atas 5 tahun. (ris)

Leave A Reply

Your email address will not be published.