Kaltim Terapkan Dukcapil “Go Digital” Percepat Layanan Adminduk

Kutai Barat – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berinovasi dengan menerapkan teknologi informasi melalui aplikasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) “Go Digital” yang mampu mempercepat pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).

“Melalui aplikasi ini, sekarang 18 dokumen kependudukan bisa ditandatangani secara elektronik,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita di Barong Tongkok, Kaltim, Selasa.

Sebelum adanya aplikasi tersebut, katanya saat Rakor Penyelenggaraan Adminduk se-Kaltim tersebut, dokumen adminduk ditandatangani dan distempel basah oleh kepala dinas, sehingga dibutuhkan waktu lama karena harus menunggu kepala dinas di kantor.

Namun kini tanda tangan dilakukan secara elektronik, sehingga bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat.

Sebanyak 18 layanan adminduk yang ditandatangani secara elektronik itu antara lain penerbitan kartu keluarga, akta pencatatan sipil, kartu identitas anak, dan dokumen kependudukan yang lain.

Ia menambahkan, target kinerja penyelenggaraan adminduk dan pencatatan sipil provinsi dan kabupaten/kota se Kaltim per 15 September 2021, untuk perekaman KTP-el (KTP elektronik) sebesar 99,20 persen.

Berdasarkan laporan bulanan Dinas Dukcapil kabupaten dan kota se-Kaltim tanggal 30 September 2021, dari jumlah wajib KTP sebanyak 2.661.182 jiwa, jumlah yang telah melakukan perekaman KTP-el sebanyak 2.618.390 jiwa

“Tingkat perekaman KTP-el tertinggi ada di Kabupaten Berau yang mencapai 101,23 persen, sedangkan yang terendah di Kabupaten Kutai Timur yang sebanyak 86,70 persen,” ucap Soraya.

Ia menambahkan, penggunaan tanda tangan elektronik dan kertas putih telah diterapkan di seluruh Disdukcapil kabupaten/kota se- Kaltim untuk 18 dokumen kependudukan.

“Layanan kependudukan secara daring sudah diterapkan di seluruh Disdukcapil kabupaten/kota, baik melalui aplikasi berbasis android, website, WA maupun Google Form dan email,” katanya.