Disdikbud Bontang Buka Pengajuan Pembelajaran Tatap Muka Tahap Kedua

Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali membuka pengajuan Pembelajaran Tatap Muka tahap kedua. Kepala Pendidikan Dasar Disdikbud Saparudin mengatakan kegiatan itu akan dijadwalkan pekan depan.

“Kami ingin melihat kesiapan sekolah yang mengajukan untuk membuka PTM terbatas. Satu hari maksimal visitasi menyasar empat sekolah,” kata Saparudin.
Peninjauan itu untuk memastikan ketersediaan sarana penunjang protokol kesehatan (prokes) di satuan pendidikan tersebut. Di tambah kecocokan data dokumen persetujuan orangtua. Keduanya itu tercantum dalam proposal yang diajukan sekolah ke Disdikbud.

“Semisal ada persetujuan dari komite sekolah jadi waktu kami visitasi langsung bisa ditanyakan benarkah memberikan rekomendasi itu,” ucapnya.

Sejauh ini sudah ada 21 sekolah yang mengajukan untuk menggelar PTM terbatas, bulan depan. Rinciannya 16 SMP dan 5 sekolah dasar. Ia pun tidak bisa memastikan berapa sekolah yang akan diberikan persetujuan untuk melaksanakan PTM terbatas. Pada tahap pertama lalu 15 sekolah diberikan rekomendasi.

“Belum bisa kami pastikan beri rekomendasi berapa. Kalau belum siap berarti ditunda. Angkanya tidak bisa dipatenkan. Maunya kami bisa dibuka seluruhnya jika siap,” tutur dia.

Menurutnya ada beberapa sekolah yang hingga kini belum menyodorkan proposal permohonan PTM terbatas. Disdikbud tidak mengetahui alasan dari satuan pendidikan tersebut. Berkenaan dengan rencana swab antigen acak terhadap sekolah yang sudah membuka PTM terbatas, ia belum bisa memastikan. Perlu koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan. “Ranah mengenai kesehatan itu ada di Diskes. Pada intinya kami setuju jika untuk kepentingan bersama. Rencana ini digaungkan oleh kedua belah pihak,” sebutnya.