Cegah Prostitusi, Kamar-Kamar di THM Prakla Harus Dibongkar

SELISIK.ID, Bontang – Kawasan Pantai Harapan, atau populer dikenal dengan Prakla akhir-akhir ini kembali jadi perbincangan.
Keberadaan praktik prostitusi yang diduga masih beroperasi di kawasan itu jadi penyebabnya.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang menyarankan agar keberadaan bilik atau kamar-kamar di lokasi itu dibongkar untuk mencegah peluang terjadinya praktik haram tersebut. Langkah ini dipandang tepat jika ingin memutus aktivitas meresahkan itu.

Hal tersebut dikatakan Kabid Ketenteraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Bontang Rafidah dalam rapat penertiban Pantai Harapan, di ruang rapat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Jumat (19/7/2019).

Rafidah mengatakan, Satpol PP sudah melakukan pendataan belum lama ini di Pantai Harapan. Pihaknya melakukan pendataan dengan mengumpulkan para mami-sebutan bagi pengelola- dan seluruh pekerja di sana. Diketahui ada sekira 70 orang yang bekerja.

“Saran kami untuk jangka pendek, pemkot lakukan pembongkaran kamar-kamar. Karena bila hanya penyuluhan, mereka tidak akan mendengar. Bahkan, mereka akan menambah bangunan yang baru lagi,” tuturnya.

Dia pun menyarankan, jika praktik seperti ini memang diberi izin oleh pemkot, sedianya harus disediakan lahan khusus yang tidak bersinggungan dan dekat dengan masyarakat.

“Tetapi bila memang hanya hiburan karaoke, kamar-kamar itu baiknya harus dibongkar. Karena kasihan anak yang tinggal di sana bisa terdampak pengaruh buruk dari wilayah tersebut. Sebab mereka pasti melihat hal yang tidak wajar, baik itu pakaian tak pantas atau hal lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase menegaskan, Pemkot tidak berniat merelokasi Prakla ke lokasi baru.

Akan tetapi pemkot mengimbau para pekerja dan pengelola Prakla untuk tidak melakukan praktik prostitusi.

Sementara soal rapat penertiban, ada beberapa poin yang menjadi catatan. Di antaranya, pemkot akan melakukan penertiban, pembinaan pasca penertiban, membentuk tim aturan dan perizinan tempat hiburan malam (THM).

“Untuk mengawal penertiban ini, asisten 1, 2, dan 3 akan membantu mengkoordinir,” pungkasnya. (ver)