Bontang Optimistis Jadi Kota ODF Pertama di Kaltim

SELISIK.ID, Bontang – Upaya Bontang dalam mencapai 100 persen akses sanitasi di tahun ini menunjukkan perkembangan progresif.

Melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dikolaborasikan dengan kemitraan lintas sektor, terobosan pimpinan daerah serta peran aktif masyarakat berhasil meningkatkan akses sanitasi di Bontang hingga mencapai 95,29 persen saat ini.

Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Sudi Priyanto menuturkan, urgensi penyediaan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat menjadi hal mendesak.

Hal itu lah yang memicu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sanitasi sebagai hak asasi manusia (HAM) pada 2010 silam.

Bahkan, bila ditinjau dalam kesehatan, sanitasi yang tidak layak menjadi faktor penyebab penularan berbagai penyakit seperti diare, kolera, disentri, hepatitis, dan terhambatnya pertumbuhan pada balita.

“Tahun ini Bontang menghadapi tantangan untuk menuntaskan target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni tercapainya akses universal 100-0-100 yaitu 100 persen air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen setop BABS (Buang Air Besar Sembarangan, Red),” jelasnya, Jumat (29/3/2019).

Sudi memaparkan, berdasarkan data dari tim verifikasi STBM Bontang yang terdiri dari Bapelitbang, Dinas Kesehatan (Diskes), Puskesmas dan Forum Kota Sehat Kota Bontang hingga akhir Februari 2019, masih terdapat 4,71 persen Kepala Keluarga (KK) atau 1.784 KK yang BAB sembarangan. Itu tersebar di 9 kelurahan di Bontang.

Pun demikian, terdapat 6 kelurahan yang diverifikasi dan dinyatakan ODF (Open Defacation Free) atau kelurahan yang bebas dari BABS. Kelurahan tersebut adalah Satimpo, Kanaan, Gunung Telihan, Belimbing, Bontang Baru, dan Kelurahan Api-Api.

“Karena semua kelurahan di Bontang Barat sudah ODF, dalam waktu dekat, Kecamatan Bontang Barat akan melakukan deklarasi kecamatan ODF sehingga di Bontang terdapat 6 kelurahan dan 1 Kecamatan yang telah dinyatakan ODF nantinya,” ujarnya.

Diungkapkan Sudi, terkait pencapaian akses sanitasi, sejatinya Pemkot Bontang terus berinovasi melalui beberapa aktivitas, di antaranya pendekatan ke masyarakat, pembuatan septictank komunal, pembangunan IPAL komunal, pembangunan Sanimas, dan program KOTAKU.

Serta tak lepas pula mendapat dukungan dari perusahaan yang ada di Bontang melalui program Corporate Social Responbility (CSR).

“Kota Bontang optimistis hingga akhir 2019 akan menjadi Kota ODF Pertama di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (ver/adv)