Berawal dari Pemakai, Nekat Jadi Pengedar karena Alasan Ekonomi

SELISIK.ID, BONTANG – Pengedar sabu berinisial AK (32) berhasil diamankan Polres Bontang, Jumat (15/5/2020) lalu.

Dari tangannya, sabu seberat 6,57 gram diamankan. Barang haram tersebut disimpan dalam kotak rokok dan telah dibungkus dalam plastik klip dengan jumlah 10 buah.

Sejak dua tahun lalu AK sudah menjadi pengguna barang haram itu. Faktor ekonomi membuat dirinya terpaksa menjual sabu sejak tiga pekan lalu. Ditambah di masa pandemi ini.

Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kasat Reskoba AKP I. Gusti Ngurah Suarka yang didampingi Kasubbag Humas AKP Suyono mengatakan, penangkapan AK dilakukan pada Jumat (15/5) lalu. Kata dia, pelaku merupakan pengguna narkoba jenis sabu. Tapi karena terbelit ekonomi dia juga mengedar. “Faktor ekonomi. Awalnya makai (pemakai) hingga jadi pengedar,” terangnya, Senin (18/5).

Pria berpangkat balok tiga itu mengatakan, pelaku ditangkap di halaman rumahnya Jalan Balikpapan RT 11, Gunung Telihan, Bontang Barat. Tetapi, alamat sesuai KTP pelaku yakni di Jalan Veteran RT 60, Berbas Tengah, Bontang Selatan. Saat ini, dia berdomisili di Jalan Balikpapan RT 11, Gunung Telihan, Bontang Barat. “Pengeledahan dilakukan di rumahnya,” tuturnya.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni berupa 1 (satu) bungkus plastik klip, 1 (satu) unit timbangan digital warna silver, 1 (satu) buah korek gas, 1 (satu) buah alat hisap sabu (bong), uang sebesar Rp 250 ribu dan 1 satu unit handphone (hp).

Dikatakan Suyono dalam waktu tiga minggu telah menerima kiriman sabu sebanyak tiga kali. Pertama 3 gram, kedua 3 gram dan ketiga sebanyak 5 gram. “Semua paket tersebut telah terbungkus rapi. Dan barang itu dari orang yang dia kenal di Samarinda,” tambahnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman sedikitnya 5 tahun penjara hingga 20 tahun penjara. (*)

Reporter: Mawan