Bandara Perintis Batal Dibangun, Dewan Minta Informasikan ke Masyarakat

SELISIK.ID, Bontang – Rencana pembangunan bandara perintis Bontang yang akan dibangun di Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan dipastikan batal.

Pembatalan merupakan salah satu imbas dari beroperasinya bandara APT di Samarinda. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang Murlan mengatakan, pembatalan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Dia mengaku sudah mengajukan perubahan struktur kebandarudaraan karena kebijakan provinsi dan pusat .

“Kami sudah tidak mempunyai bagian kebandaraan, karena sudah diambil alih pemerintah provinsi dan pemeliharaan pusat,” kata Murlan, saat rapat bersama Komisi III DPRD Bontang, Senin (2/2/2019).

Salah satu pertimbangan pemerintah pusat dan Provinsi Kalimantan Timur adalah beroperasinya bandara Aji Pangeran Pranoto (APT) di Samarinda. Lokasi bandara ini dinilai cukup dekat dengan Kota Bontang.  

Persoalan kebutuhan anggaran juga dinilai menjadi salah alasan. Karena pembangunan bandara perintis tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar. 

“Jadi ini pertimbangan pusat, daripada membangun bandara perintis, lebih baik digunakan untuk membangun jalan. Apalagi sudah ada bandara AJi Pangeran Pranoto ( APT) di Samarinda,” katanya.

“Pemerintah pusat mengambil kebijakan itu sehingga pembangunan bandara perintis di Bontang dibatalkan,” tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Suhud Harianto mengatakan, batalnya pembangunan tersebut harus diinformasikan ke masyarakat.

“Karena ini kebijakan pusat, kita minta agar hal ini diketahui masyarakat. Jangan sampai ada persepsi lain sehingga meresahkan masyarakat,” katanya.

Kendati pembangunan bandara perintis batal, namun dia mengatakan komisi III akan tetap mengawal program pembangunan yang dilaksanakan pemkot tahun ini.

“Kami ingin memastikan program 2019 berjalan dan ini kita akan kawal,” ujarnya. (*)

Reporter: Veri

Leave A Reply

Your email address will not be published.