Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Irfan: Ekonomi Masyarakat Harus Ditingkatkan

SELISIK.ID, Bontang – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bontang masih cukup tinggi.

Tahun lalu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang terjadi sebanyak 77 kasus kekerasan.

Hal ini mendapat perhatian serius DPRD Bontang. Anggota Komisi I M Irfan mengatakan, faktor ekonomi jadi penyebab timbulnya kekerasan dalam rumah tangga. Oleh sebab itu, dia memberikan solusi agar taraf ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan agar angka kekerasan juga dapat diturunkan.

“Kami sebagai wakil masyarakat berpikir bagaimana mencari solusi,” ungkapnya, saat ditemui di kantornya Jalan Moeh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (6/3/2020).

Irfan juga meminta pemerintah melalui instansi terkait agar lebih menyosialisasikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tidak hanya bentuk kekerasan fisik saja, tetapi juga kekerasan melalui kata-kata kasar.

“Memukul anak itu ada batasnya ,dan kita tidak boleh membentak anak berlebihan. Anak itu kalau dibentak psikologinya down, apalagi kalau dipukul,” ucapnya.  “Kalau sosialisasi harus hadir suami dan istrinya, jadi sama sama paham. (Sosialisasi) lewat RT, dan waktunya sebaiknya malam hari karena waktunya luang,” imbaunya. (dik/adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.