Agus Haris: THR Itu Kewajiban Perusahaan

SELISIK.ID, BONTANG – Perayaan Hari Raya Idulfitri tinggal menghitung hari lagi. Sehingga kewajiban perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) untuk segera dibayarkan.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengatakan, pembayararan THR merupakan kewajiban setiap perusahaan terhadap karyawan. Kata dia, Lebaran merupakan hari besar umat muslim di Indonesia. Sehingga tidak bisa dibenturkan dengan kondisi saat ini. “THR itu wajib untuk karyawan,” kata Agus Haris.

Politisi Partai Gerindra ini menuturkan, dalam kondisi Covid-19 saat ini bukan menjadi alasan perusahaan untuk tidak menunaikan kewajibannya. Kata dia, THR seharusnya bukan dari hasil produksi sekarang, tapi THR merupakan dana yang harus disiapkan oleh pengusaha sebelum ada covid-19. “Jadi bukan alasan untuk tidak dibayarkan. Apalagi di tunda,” terangnya.

Terkait perusahaan yang terkena dampak akibat pandemi covid-19 Agus Haris menyebutkan, setiap perusahaan baru yang beroperasi di Bontang wajib menyetor dana cadangan ke pemerintah melalui bank yang ditunjuk.

Sehingga, kata dia, untuk mengantisipasi hal-hal buruk di kemudian hari. Nantinya, dana itu bisa digunakan untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi.

“Memang perusahaan terkena dampak di sini. Ini harus ada peran pemerintah carikan solusi. Tak boleh korbankan rakyat. Saya tolak kebijakan kementerian itu,” tandasnya.

Agus Haris meminta Disnaker Bontang memberikan yang sebenarnya  kepada pemerintah pusat. Bahwa THR untuk para pekerja tak bisa dicicil atau ditunda. Sehingga ketika ada perusahaan di Bontang bisa langsung  berkonsultasi. “Para pengusaha tetap membayar THR sesuai dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6/2016 Tentang THR Keagamaan.

Yakni, pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya seminggu sebelum Hari Raya Idulfitri,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, apabila perusahaan tidak memenuhi kewajibannya , akan dikenakan denda 5 persen. Dirinya pun akan mengawasi perusahaan yang tak memberikan THR kepada karyawannya. Yang paling penting sudah lama beroperasi di Bontang.

“Ketika  ditemukan aduan atau laporan, perusahaan akan dipanggil untuk kemudian ditindaklanjuti,” tegasnya. (adv/maw)

Reporter: Mawan

Leave A Reply

Your email address will not be published.